Demi Pasar, Ariss Korbankan Idealisme

Ariss

Ariss

Jakarta – Penyanyi Ariss saat pertama kali menyelami dunia tarik suara memilih genre jazz. Namun demi menyesuaikan dengan selera pasar, Ariss mengorbankan idealismenya.

“Aslinya saya tadi musisi jazz, album pertama juga idealis dengan jazz. Tapi mulai rada luntur demi pasar,” ujarnya saat ditemui detikhot di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Bukan tak lagi mencintai musik jazz, tapi demi eksistensi di industri musik pria kelahiran 22 Oktober 1981 mulai menuruti keinginan pasar. Untuk album keduanya, Ariss memasukkan 2 lagu beraliran pop dari total 8 lagu.

Single ‘Pura-pura Cinta’ menjadi andalannya di album keduanya yang judulnya masih dirahasiakan. Ariss yang oleh sebuah radio Singapura dijuluki sebagai Michael Buble asal Indonesia itu tak mau terbuai dengan pujian tersebut.

Pembuktian baginya lebih nyata daripada pujian. Walau begitu pria bernama lengkap Ari Sanjaia itu merasa terhormat disebut-sebut memiliki kemiripan vokal dengan Michael Buble.

“Saya memang berkiblat ke Frank Sinatra,” tandasnya.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: